GEMPA BUMI 7.6 SKALA RICHTER DI SUMATERA BARATBerdasarkan data USGS, dinyatakan bahwa gempa ini terjadi pada tanggal 30 September 2009 jam 17:16:09. Pusat gempa ini berada di arah 57 kilometer barat daya Pariaman, Padang -Sumatera Barat dengan kedalaman (hiposenter) 80 km. Mengapa tidak terjadi Tsunami ? Kalau diamati berdasarkan jarak lokasinya dari kota Padang, menunjukkan bahwa meskipun gempa ini terjadi di bawah lautan tetapi tidak terlalu jauh dari daratan. Dan karena gempa tersebut tergolong gempa dalam (lebih dalam dari 40 km) maka gempa bumi ini tidak menimbulkan Tsunami. Tidak seperti terjadinya gempa yang membengkitkan tsunami di Aceh tahun 2004 lalu.
Bagaimana proses terjadinya gempa bumi ini ? Proses terjadinya gempa bumi ini dipicu oleh pergerakan lempeng tektonik yang saling bertumbukan, yaitu antara lempeng Indo-Australia dengan lempeng Eurasia dengan kecepatan 60 mm/tahun. Tumbukan kedua lempeng ini menimbulkan zona subduksi (penunjaman) di bagian barat Pulau Sumatera, tepatnya di dasar bawah laut. Akibat dari stress (tekanan) dari tumbukan kedua lempeng ini juga, maka terbentuklah sesar-sesar (patahan) di dekat permukaan. Seperti sesar Sumatera yang merupakan salah satu sesar (patahan) yang merupakan paling panjang di di dunia. Di Sumatera Barat terdapat Sesar Semangko yang paling terkenal, dan juga patahan-patahan (sesar) kecil.
Karena permukaan lempeng-lempeng yang kasar (rigid) itu saling bergesekan dan terjadi gaya tekan (stress) pada batuan di kedalaman sekitar 80 km, maka kondisinya menjadi terjepit dan terkunci. Di sinilah terjadi penimbunan energi yang semakin berakumulasi (bertambah besar) sampai dengan jangka waktu tertentu lamanya. Ketika himpunan energi di dalam suatu material batuan ini melewati daya tahannya (batas maksimum), maka batuan tersebut setelah melengkung akhirnya menjadi patah dan melepaskan energi-energi yang dibawa oleh gelombang-gelombang gempa.
Gelombang-gelombang ini bergerak dari sumbernya pada kedalaman sekitar 80 km dan menjalar melalui media padat seperti batuan padakerak bumi dan juga melalui media cair seperti air laut. Dengan waktu dan kecepatan tertentu akhirnya gelombang-gelombang ini sampai pada permukaan bumi yang menimbulkan getaran-getaran (dapat dirasakan). Efeknya terasa luas hingga ke Pekanbaru, Batam, Bengkulu, Sibolga, Medan, Aceh, Jakarta, bahkan sampai ke negara tetangga Singapura dan Malaysia. Besar kecilnya efek goncangan (shaking) penyebab getaran gempa tersebut bergantung pada magnitudo, kedalaman, jarak, kondisi geologi, percepatan gerakan tanah, dan struktur bangunan. Faktor-faktor inilah yang menjadi penentu seberapa besar tingkat kerusakan akibat gempa bumi. Oleh karena itulah dampak terparah dirasakan di daerah Pariaman, Sumatera Barat.
BAGAIMANA DENGAN KEGEMPAAN JAWA BARAT ?
Mengapa wilayah Jawa Barat termasuk rawan terjadi gempa bumi ? Di sebelah selatan Pulau Jawa terdapat zona subduksi (penunjaman), yaitu pertemuan antara lempeng Eurasia yang berada di sebelah utara dengan lempeng Indo-Australia yang berada di sebelah selatan. Jawa Barat merupakan salah satu wilayah yang berada di sekitar zona subduksi tersebut. Selain itu, wilayah Jawa Barat juga terdapat zona patahan (sesar geser) di bawah permukaannya. Hal ini berarti wilayah Jawa Barat merupakan wilayah yang cukup kompleks karena terdapat zona subduksi (interplate) dan zona sesar geser (intraplate) yang menjadi cikal bakal terjadinya gempa bumi. Namun selama ini dapat diketahui bahwa gempa bumi yang sering terjadi berasal dari zona sesar geser (intraplate) antara lain sesar Lembang, Cimandiri, dan Baribis.
- Sesar Cimandiri merupakan sesar paling tua, membentang mulai dari Teluk Pelabuhanratu menerus ke timur melalui Lembah Cimandiri, Cipatat-Rajamandala, Gunung Tanggubanprahu-Burangrang dan diduga menerus ke timur laut menuju Subang.
- Sesar Baribis yang letaknya di bagian utara Jawa merupakan sesar naik dengan arah relatif barat-timur, membentang mulai dari Purwakarta hingga ke daerah Baribis di Kadipaten-Majalengka.
- Sesar Lembang yang letaknya di utara Bandung, membentang sepanjang kurang lebih 30 km dengan arah barat-timur. Sesar ini berjenis sesar normal (sesar turun) dimana blok bagian utara relatif turun membentuk morfologi dataran (dataran Lembang).
GEMPA TERBARU JAWA BARAT
Gempa bumi ini telah terjadi di selatan Pulau Jawa, tepatnya 142 km dari sebelah baratdaya Tasikmalaya atau berada pada 7.778°S, 107.328°E. Kejadian gempa ini menurut USGS berasal dari kedalaman 50 km dan magnitude 7.0 pada tanggal 02 September 2009 jam 14:55:01. Dimana efeknya juga dapat dirasakan di beberapa wilayah Jawa Barat seperti Sukabumi, Garut, Bandung, Cianjur, Ciwidey, bahkan Jakarta.
Pemicu terjadinya gempa bumi adalah pengaruh pergerakan lempeng Australia dengan lempeng Sunda (Lempeng Asia Tenggara) pada batas zona subduksi dengan kecepatan pergerakan relatifnya 59 mm/tahun. Pada batas zona tersebut terjadi patahan (fault) yang menimbulkan efek radiasi gelombang seismik setelah terjadi akumulasi energi pada materi batuannya. Meskipun pusat gempanya terjadi di laut, tetapi gempa ini tidak berpotensi menyebabkan tsunami.
Pergeseran lempeng-lempeng ini mempengaruhi sesar-sesar yang terdapat di wilayah Jawa Barat, antara lain sesar cimandiri, sesar garut, sesar tasik. Sedangkan sesar lembang hanya terkena reaksi (imbas) sesar-sesar di sekelilingnya. Sehingga wilayah Bandung utara, Bandung Barat, Bogor, dan Jakarta juga mengalami getaran gempa yang dapat dirasakan. Efek terparahnya berdasarkan ukuran Intensitas terjadi di daerah Garut, Tasikmalaya, Cianjur, dan Sukabumi.
TATANAN LEMPENG TEKTONIK INDONESIA
Wilayah Indonesia merupakan wilayah yang termasuk zona kegempaan dengan seismisitas tinggi. Karena terletak di pertemuan batas antar lempeng tektonik utama, antara lain Lempeng Eurasia, Lempeng Pasifik, dan Lempeng Indo-Australia. Dimana pertemuan lempeng-lempeng tersebut membentuk zona subduksi (interplate). Khususnya di sepanjang daerah sebelah barat Pulau Sumatera dan sebelah selatan Pulau Jawa. Dan tentunya juga terletak di beberapa daerah sekitar Pulau Maluku, sebelah barat dan utara Papua. Pergerakan lempeng-lempeng tektonik ini juga dapat menimbulkan zona sesar geser (intraplate). Dari dua jenis zona inilah kemudian di lakukan penelitian mengenai sumber gempa (studi seismologi).
Dari pengamatan jalur-jalur subduksi (batas penunjaman) lempeng tektonik, maka pada jalur tersebutlah kemungkinan timbul gempa bumi. Oleh karena wilayah Indonesia dominan dikelilingi jalur subduksi, jadi berarti wilayah Indonesia dominan rawan terjadi gempa bumi. Dimana gempa bumi sebenarnya terjadi setiap saat (kapan saja), ada yang dapat dirasakan dan ada yang tidak dapat dirasakan getarannya. Selain itu keberadaan zona subduksi juga berimplikasi terbentuknya jajaran gunung-gunung aktif di Indonesia. Indonesia mempunyai sekitar 129 gunung api aktif, yang tersebar mulai dari Sumatera, Jawa, Bali, Flores, Sumba, Banda, Maluku. Gunung-gunung aktif ini terletak di atas zona penunjaman (Subduksi), yang merupakan hasil proses gesekan antara dua lempeng pada tekanan dan temperatur yang sangat tinggi yang memungkinkan terbentuk nya materi panas (magma). Dan ini berarti wilayah Indonesia juga rawan akan gempa akibat letusan gunung api.
PREDIKSI GEMPA BUMI
Sampai saat ini belum ada teknologi yang dapat memprediksi dengan tepat kapan dan dimana gempa akan terjadi. Akan tetapi dengan ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini, telah di upayakan, zonasi daerah-daerah yang mempunyai potensi kegempaan yang tinggi untuk meminimalisir dampak yang terjadi akibat gempa. Dari data-data yang diperoleh melalui hasil rekaman gempa (seismogram) maka dapat dilakukan estimasi lebih lanjut, seperti studi pemetaan risiko gempa bumi atau Seismic Zoning berdasarkan distribusi percepatan gerakan tanah (Peak Ground Accelaration). Percepatan gerakan tanah merupakan percepatan gelombang gempa yang sampai di permukaan bumi.
Estimasi PGA ini sangat bergantung pada magnitudo, banyak sekali metode yang dapat digunakan. Metode yang biasa dipakai adalah metode Murphy – O’Brien, metode Gutenberg – Richter, dan metode Kanai. Hasil estimasi PGA ini berguna untuk merepresentasikan distribusi tingkat risiko gempa bumi. Nilai distribusinya dapat di buat ke dalam bentuk peta. Biasanya nilai PGA (Peak Ground Acceleration) maksimum terjadi akibat pengaruh sesar. Semakin besar nilai PGA maka semakin besar risiko (semakin parah) akibat terjadinya gempa bumi.
MANAJEMEN BENCANA GEMPA BUMI
1.Tanggap Darurat (Emergency Response ) adalah upaya yang dilakukan segera pada saat kejadian bencana, untuk menanggulangi dampak yang ditimbulkan, terutama berupa penyelamatan korban dan harta benda, evakuasi dan pengungsian. Tindakan tanggap darurat antara lain adalah:
- Pengkajian cepat terhadap lokasi, kerusakan dan sumberdaya.
- Pencarian, penyelamatan dan evakuasi korban.
- Pemenuhan kebutuhan dasar.
- Pemulihan dengan segera sarana-sarana kunci.
2.Bantuan Darurat (Relief ) merupakan upaya untuk memberikan bantuan berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan-kebutuhan dasar pada kedaruratan. Dalam penanggulangan keadaan darurat dapat dilakukan pemanfaatan sumberdaya termasuk bantuan darurat, sukarelawan dan bantuan internasional.
3.Kegiatan Penanganan Korban meliputi upaya-upaya pelayanan dan perlindungan kemanusiaan terhadap korban yang timbul akibat bencana yang terjadi di suatu daerah, yang meliputi kegiatan pencegahan, tanggap darurat, penampungan, pemindahan dan pengembalian/relokasi pengungsi.
4.Pencegahan (Prevention ) adalah upaya yang dilakukan untuk mencegah terjadinya bencana dan jika mungkin dengan meniadakan bahaya.
5.Mitigasi (Mitigation ) adalah upaya yang dilakukan untuk mengurangi dampak bencana, baik secara fisik struktural melalui pembuatan bangunan-bangunan fisik, maupun non-fisik struktural melalui perundang-undangan dan pelatihan. Upaya Mitigasi antara lain dilakukan dengan cara:
- Upaya-upaya edukasi di jalur formal dan/atau informal.
- Pemberian sanksi dan hadiah untuk mendorong perilaku yang lebih tepat.
- Upaya-upaya penyuluhan dan penyediaan informasi untuk memungkinkan orang mengambil keputusan yang berkesadaran.
6.Kesiapsiagaan (Preparedness ) adalah upaya yang dilakukan untuk mengantisipasi bencana, melalui pengorganisasian langkah-langkah yang tepat guna dan berdaya guna. Upaya yang dilakukan adalah Peringatan Dini (Early Warning ) adalah upaya untuk memberikan tanda peringatan bahwa kemungkinan bencana akan segera terjadi, yang menjangkau masyarakat (accesible ), segera (immediate ), tegas tidak membingungkan (coherent ), dan resmi (official ).
Hirarki Gempa Bumi Sumatera Barat dan Jawa Barat
Mengapa Jawa Barat Terjadi Gempa Bumi ?
PENDAHULUAN
Wilayah Indonesia merupakan wilayah yang termasuk zona kegempaan dengan seismisitas tinggi. Karena terletak di pertemuan batas antar lempeng tektonik utama, antara lain Lempeng Eurasia, Lempeng Pasifik, dan Lempeng Indo-Australia. Dimana pertemuan lempeng-lempeng tersebut membentuk zona subduksi (interplate). Khususnya di sepanjang daerah sebelah barat Pulau Sumatera dan sebelah selatan Pulau Jawa. Dan tentunya juga terletak di beberapa daerah sekitar Pulau Maluku, sebelah barat dan utara Papua.Pergerakan lempeng-lempeng tektonik ini juga dapat menimbulkan zona sesar geser (intraplate). Dari dua jenis zona inilah kemudian di lakukan penelitian mengenai sumber gempa (studi seismologi).
GEMPA BUMI
Proses terjadinya gempa tektonik berawal dari pergeseran antar lempeng tektonik yang saling menekan. Karena permukaan lempeng-lempeng yang kasar (rigid) itu saling bergesekan dan terjadi gaya tekan (stress) pada batuan di sekitarnya, maka kondisinya menjadi terjepit dan terkunci. Di sinilah terjadi penimbunan energi yang semakin berakumulasi (bertambah besar) sampai dengan jangka waktu tertentu lamanya. Ketikahimpunan energi di dalam suatu material batuan ini melewati daya tahannya (batas maksimum), maka material batuan tersebut setelah melengkung akhirnya menjadi patah. Sehingga akan terjadi perpindahan (displacement) secara tiba-tiba. Setelah terjadi perpindahan maka gaya-gaya yang bekerja akan kembali seperti semula (Elastic Rebound Theory).
Energi yang terakumulasi tadi akhirnya terlepaskan dan memancarkan gelombang-gelombang gempa yang membawa energi-energi tersebut. Gelombang-gelombang ini bergerak dari sumbernya dan menjalar baik melalui media padat seperti batuan pada kerak bumi dan juga melalui media cair seperti air laut (penyebab tsunami). Dengan waktu dan kecepatan tertentu akhirnya gelombang-gelombang ini sampai pada permukaan bumi yang menimbulkan getaran-getaran (dapat dirasakan). Akibatnya juga dapat menyebabkan kerusakan (failure) seperti liqifaksi, amplifikasi, patahan, pemekaran lateral, pergeseran tanah, longsoran dan lain-lain. Dimana efek goncangan (shaking) penyebab getaran gempa tersebut bergantung pada magnitudo, kedalaman, jarak, kondisi geologi, percepatan gerakan tanah, dan struktur bangunan. Faktor-faktor inilah yang menjadi penentu seberapa besar tingkat kerusakan akibat gempa bumi.
KEGEMPAAN JAWA BARAT
Mengapa wilayah Jawa Barat rawan terjadi gempa bumi ? Di sebelah selatan Pulau Jawa terdapat zona subduksi (penunjaman), yaitu pertemuan antara lempeng Eurasia yang berada di sebelah utara dengan lempeng Indo-Australia yang berada di sebelah selatan. Jawa Barat merupakan salah satu wilayah yang berada di sekitar zona subduksi tersebut. Selain itu, wilayah Jawa Barat juga terdapat zona patahan (sesar geser) di bawah permukaannya. Hal ini berarti wilayah Jawa Barat merupakan wilayah yang cukup kompleks karena terdapat zona subduksi (interplate) dan zona sesar geser (intraplate) yang menjadi cikal bakal terjadinya gempa bumi. Namun selama ini dapat diketahui bahwa gempa bumi yang sering terjadi berasal dari zona sesar geser (intraplate) antara lain sesar Lembang, Cimandiri, dan Baribis.
Zona-zona sesar ini terbentuk akibat proses geologi yang telah berlangsung selama berjuta-juta tahun karena pengaruh aktifitas tumbukan lempeng Indo-Australia dengan lempeng Eurasia yang beralangsung sejak Zaman Kapur hingga sekarang. Wilayah ini menghasilkan berbagai jenis batuan mulai dari batuan sedimen, batuan beku (ekstrusif dan intrusif) dan batuan metamorfik dengan umur yang beragam. Akibat proses tektonik yang terus berlangsung hingga saat ini, seluruh batuan tersebut telah mengalami pengangkatan, pelipatan dan pensesaran.
Paleografi Jawa Barat (M. Untung, 1982)
Melalui citra satelit (Landsat) daerah Jawa Barat, diketahui adanya banyak kelurusan bentang alam yang diduga merupakan hasil proses pensesaran. Jalur sesar tersebut umumnya berarah barat-timur, utara-selatan, timurlaut-baratdaya dan baratlaut-tenggara. Struktur sesar dengan arah barat-timur umumnya berjenis sesar naik, sedangkan struktur sesar dengan arah lainnya berupa sesar mendatar. Sesar normal umum terjadi dengan arah bervariasi. Dari sekian banyak struktur sesar yang berkembang di Jawa Barat, ada tiga struktur regional yang memegang peranan penting, yaitu Sesar Cimandiri, Sesar Baribis dan Sesar Lembang. Ketiga sesar tersebut untuk pertama kalinya diperkenalkan oleh van Bemmelen (1949) dan diduga ketiganya masih aktif hingga sekarang.
(1). Sesar Cimandiri merupakan sesar paling tua, membentang mulai dari Teluk Pelabuhanratu menerus ke timur melalui Lembah Cimandiri, Cipatat-Rajamandala, Gunung Tanggubanprahu-Burangrang dan diduga menerus ke timur laut menuju Subang.
(2). Sesar Baribis yang letaknya di bagian utara Jawa merupakan sesar naik dengan arah relatif barat-timur, membentang mulai dari Purwakarta hingga ke daerah Baribis di Kadipaten-Majalengka.
(3). Sesar Lembang yang letaknya di utara Bandung, membentang sepanjang kurang lebih 30 km dengan arah barat-timur. Sesar ini berjenis sesar normal (sesar turun) dimana blok bagian utara relatif turun membentuk morfologi dataran (dataran Lembang).
Peta Distribusi Sesar/Seismotektonik Jawa Barat (E.K. Kertapati et al., 1998)
Setelah memahami distribusi sesar di wilayah Jawa Barat maka kita dapat mengetahui secara umum sumber terjadinya gempa bumi akibat sesar (intraplate), tentunya di sekitar wilayah-wilayah sesar tersebut. Prosesnya seperti yang sudah saya jelaskan sebelumnya. Selanjutnya bila terjadi gempa bumi maka biasanya yang perlu diketahui adalah posisi hiposenter (fokus gempa/pusat gempa), episenter (proyeksi vertikal hiposenter hingga ke permukaan), serta parameter lainnya seperti waktu (detik), jarak (km), kedalaman (km), magnitudo (kekuatan gempa), dan intensitas (skala relatif sesuai kenampakan visual). Dimana parameter-parameter ini secara tidak langsung dapat direpresentasikan melalui hasil rekaman seismogram. Hingga tahun 2003, biasanya seismogram yang sering digunakan berasal dari 3 stasiun gempa yaitu Ciparay, Soreang, dan Lembang. Melalui seismogram inilah, getaran-getaran gempa baik intraplate maupun interplate direkam dari waktu ke waktu. Berikut ini adalah contoh distribusi lokasi episenter gempa di Jawa Barat.
Kemudian dari data-data yang diperoleh melalui hasil rekaman tersebut maka dapat dilakukan estimasi lebih lanjut, seperti studi pemetaan risiko gempa bumi atau Seismic Zoning berdasarkan distribusi percepatan gerakan tanah (Peak Ground Accelaration). Percepatan gerakan tanah merupakan percepatan gelombang gempa yang sampai di permukaan bumi. Estimasi PGA ini sangat bergantung pada magnitudo, banyak sekali metode yang dapat digunakan. Metode yang biasa dipakai adalah metode Murphy – O’Brien, metode Gutenberg – Richter, dan metode Kanai. Hasil estimasi PGA ini berguna untuk merepresentasikan distribusi tingkat risiko gempa bumi. Nilai distribusinya dapat di buat ke dalam bentuk peta. Biasanya nilai PGA (Peak Ground Acceleration) maksimum terjadi akibat pengaruh sesar. Berdasarkan distribusi sesar-sesar di wilayah Jawa Barat, maka PGA (Peak Ground Acceleration) tinggi berada di bagian timur dan semakin mengecil ke arah utara. Semakin besar PGA yang terjadi di suatu tempat maka risiko bahayanya semakin besar.
GEMPA TERBARU
Gempa bumi terbaru telah terjadi di selatan Pulau Jawa, tepatnya 142 km dari sebelah baratdaya Tasikmalaya atau berada pada 7.778°S, 107.328°E. Kejadian gempa ini menurut USGS berasal dari kedalaman 30 km dan magnitude 7.0 pada tanggal 02 September 2009 jam 14:55:01. Dimana efeknya juga dapat dirasakan di beberapa wilayah Jawa Barat seperti Sukabumi, Garut, Bandung, Cianjur, Ciwidey, bahkan Jakarta.
Pemicu terjadinya gempa bumi adalah pengaruh pergerakan lempeng Australia dengan lempeng Sunda (Lempeng Asia Tenggara) pada batas zona subduksi dengan kecepatan pergerakan relatifnya 59 mm/tahun. Pada batas zona tersebut terjadi patahan (fault) yang menimbulkan efek radiasi gelombang seismik setelah terjadi akumulasi energi pada materi batuannya. Meskipun pusat gempanya terjadi di laut, tetapi gempa ini tidak berpotensi menyebabkan tsunami.
Pergeseran lempeng-lempeng ini mempengaruhi sesar-sesar yang terdapat di wilayah Jawa Barat, antara lain sesar cimandiri, sesar garut, sesar tasik. Sedangkan sesar lembang hanya terkena reaksi (imbas) sesar-sesar di sekelilingnya. Sehingga wilayah Bandung utara, Bandung Barat, Bogor, dan Jakarta juga mengalami getaran gempa yang dapat dirasakan. Efek terparahnya berdasarkan ukuran Intensitas terjadi di daerah Garut, Tasikmalaya, Cianjur, dan Sukabumi.
Script Sederhana Penentuan Episenter Gempa Bumi
I'm sure we all have perfectly known what the earthquake is. Yes... when we feel the ground shakes that makes us feel swaying hither and thither, that's the time of earthquake. Recently, our beloved country has suffered many earthquakes, in Aceh, Yogyakarta, Pangandaran, and even Jakarta the capital city wasn't escaped from the earthquake. Some of these earthquake were followed by tsunami, the others were not. Why this could happen?
Beberapa minggu yang lalu saya ngeliat file-file dan arsip-arsip tugas yang pernah saya kerjakan semenjak awal kuliah. Dulu, banyak tentunya yang sudah saya kerjakan. Sekian lama hingga kini rasanya saya masih interest bangat dengan kajian-kajian studi tersebut. Teringat juga saat-saat ngerjain praktikum dan bikin laporannya 3 sampai 4 kali seminggu. Mulai dari practice, data processing, analyse, lalu buat resume alias reportnya. Wahh, kebayang gimana lelahnya. Blum lagi presentasi depan para senior tengah malem hingga pagi tuhh. Hihihii…waktu istirahatnya dikit bangat paling waktu kuliah (tidur..huusss). Kudu pas weekend doang bisa spend time to rest and relax.
So far, saya pikir-pikir apa sihh feedback nya, tugas-tugas yang sudah dikerjain selain dapetin nilai, mau dikemanain? Kalo di share n dipublish bagus nggak sihh? Lumayan kan jadi contoh-contoh journal gratisan…hehehe. Publish di blog, wordpress, atau apapunlah. Nahh, salah satunya yang pengen saya publish kali ini adalah kajian tentang penentuan episenter gempa bumi. Ini dasar bangat, mungkin masih banyak kajian yang lebih advanced lagi. Di sini, untuk menentukan posisi episenternya dengan memakai Metode Pendekatan Linier Bentuk Forward Modeling dan Pendekatan Global (Metoda Grid Search dan Ramdom Search). Kedua metode tersebut merupakan solusi dari Inversi Non Linier.
Kita tahu bahwa pusat gempa tektonik terdapat pada tempat-tempat terjadinya akumulasi energi. Gesekan yang terjadi pada batuan dapat mengakibatkan penumpukan energi di daerah tersebut sehingga pada akhirnya akan pecah dan terjadilah gempa. Akumulasi energi ini terjadi di daerah tiga batas lempeng yaitu di daerah konvergen (pertemuan dari dua buah lempeng sehingga salah satunya menunjam di bawah lempeng lainnya), daerah divergen (dua buah lempeng yang saling menjauh) , dan daerah sesar mendatar (dua lempeng tektonik yang saling berpapasan mengakibatkan terjadinya sesar secara mendatar, berbentuk memanjang).
Titik dalam perut bumi yang merupakan sumber gempa dinamakan hiposenter atau fokus. Proyeksi tegak lurus hiposenter ini ke permukaan bumi dinamakan episenter. Gelombang gempa merambat dari hiposenter ke patahan sesar fault rupture. Bila kedalaman fokus dari permukaan adalah 0 - 70 km, terjadilah gempa dangkal (shallow earthquake), sedangkan bila kedalamannya antara 70 - 700 km, terjadilah gempa dalam (deep earthquake). Gempa dangkal menimbulkan efek goncangan yang lebih dahsyat dibanding gempa dalam. Ini karena letak fokus lebih dekat ke permukaan, dimana batu-batuan bersifat lebih keras sehingga melepaskan lebih besar regangan (strain).
Berikut ini adalah contoh percobaan dengan menggunakan data sintetik untuk menentukan posisi episenter gempa bumi. Data sintetik ini diolah dengan kedua metode di atas. Data processing nya dengan memakai software programming Matlab, yang hasilnya diperoleh solusi inversi non linier yang akan diplot dalam bentuk kurva dan kontur fungsi obyektif hasil interpolasi yang tersebar secara random. Singkatnya, di bawah ini saya sertakan langkah-langkah dan script programming nya.
Langkah-Langkah Pengolahan Data dengan menggunakan Matlab.
Buat data sintetik waktu tempuh gelombang gempa dari episenter (Xo,Yo) atau hiposenter (Xo,Yo,Zo), yang Anda tentukan ke-4 atau 5 stasiun (XSi ,YSi) i= 1,2, …,4 atau (XSi ,YSi , ZSi) i= 1,2, …,4, pilih melingkupi sekitar episenter.
• Lakukan inverse
• Plot solusi tiap iterasi
• Plot ERMS
Metode 1 : Solusi Inversi Non-Linier Dengan Pendekatan Linier Bentuk Forward Modeling
Script Program M-File:
-------------------------------------------------------------------------------------
clear all
clc
to=0; % origin time
vp=4; % kecepatan gelombang gempa
ti=[7.1;1.8;5;7.9]; % waktu tempuh masing2 stasiun
x=[20;50;40;10]; % posisi longitude
y=[10;25;50;40]; % posisi latitude
n=length(x);
xo=40; yo=30;
M=[40;30]; % posisi tebakan awal(estimasi model awal)
[X,Y]=meshgrid(0:10:80,0:10:80);
M1=[];
for n=1:5
gm=to+(1/vp)*(sqrt((x-M(1)).^2+(y-M(2)).^2));
dgm_dm1=(1/vp)*(-(x-M(1)))./(sqrt((x-M(1)).^2+(y-M(2)).^2));
dgm_dm2=(1/vp)*(-(x-M(2)))./(sqrt((x-M(1)).^2+(y-M(2)).^2));
J=[dgm_dm1 dgm_dm2];
Mo=M;
M=Mo+inv(J'*J)*J'*(ti-gm)
M1=[M1 M];
Mn=M1';
end;
plot(Mn(:,1),Mn(:,2),'o')
hold on
plot(Mn(:,1),Mn(:,2))
hold on
plot(x,y,'ko')
hold on
plot(xo,yo,'ks')
hold on
plot(X,Y,'.')
-------------------------------------------------------------------------------------
Hasil Plotting:
Plotting Kurva Penentuan Posisi Episenter Gempa Hasil Solusi Inversi Non-Linier Melalui Pendekatan Linier
Metode 2 : Solusi Inversi Non-Linier Dengan Pendekatan Global (Metoda Grid Search dan Ramdom Search)
Script Program M-File:
-------------------------------------------------------------------------------------
clear all
clc
to=0; % origin time
vp=4; % kecepatan gelombang gempa
ti=[7.1;1.8;5;7.9]; % waktu tempuh masing2 stasiun
x=[20;50;40;10];
y=[10;25;50;40]; % posisi stasiun
h=length(x);
plot(x,y,'h')
hold on
M=[40;30]; % posisi tebakan awal
[X,Y]=meshgrid(0:10:80,0:10:80);
plot(X,Y,'.')
M1=[];
for n=1:5
gm=to+(1/vp)*(sqrt((x-M(1)).^2+(y-M(2)).^2));
dgm_dx=(1/vp)*(-(x-M(1)))./(sqrt((x-M(1)).^2+(y-M(2)).^2));
dgm_dy=(1/vp)*(-(x-M(2)))./(sqrt((x-M(1)).^2+(y-M(2)).^2));
J=[dgm_dx dgm_dy];
Mo=M;
M=Mo+inv(J'*J)*J'*(ti-gm)
M1=[M1 M];
Mn=M1';
end;
plot(Mn(:,1),Mn(:,2),'o')
hold on
plot(Mn(:,1),Mn(:,2))
% oleh stasiun pertama
t_cal1=to+(1/vp)*sqrt((x(1)-X).^2+(y(1)-Y).^2);
Error1=(t_cal1-ti(1)).^2;
% oleh stasiun kedua
t_cal2=to+(1/vp)*sqrt((x(2)-X).^2+(y(2)-Y).^2);
Error2=(t_cal2-ti(2)).^2;
% oleh stasiun ketiga
t_cal3=to+(1/vp)*sqrt((x(3)-X).^2+(y(3)-Y).^2);
Error3=(t_cal3-ti(3)).^2;
% oleh stasiun keempat
t_cal4=to+(1/vp)*sqrt((x(4)-X).^2+(y(4)-Y).^2);
Error4=(t_cal4-ti(4)).^2;
Erms=sqrt((1/n)*(Error1+Error2+Error3+Error4));
[cs,h]=contour(X,Y,Erms,[0:0.5:15])
clabel(cs,h)
-------------------------------------------------------------------------------------
Hasil Plotting :
Kontur Fungsi Obyektif Hasil Interpolasi Yang Tersebar Secara Acak Beserta Posisi Episenter Gempa Yang Diplot Berdasarkan Estimasi
Try it out.
Maximus Yang Dipilih
Menjelang malam hari, saat itu aku dan puluhan pasukan baru saja bertempur. Kami menang. Semuanya tampak lelah tapi kami meneruskan perjalanan pulang. Seorang rekanku mendekat dan dengan bangga berkata padaku, “Jendral, kelak Anda sebenarnya pantas menjadi kaisar kerajaan ini.”
Aku tidak banyak berkata untuk menanggapinya. Rekanku itu cukup puas. Sempat terbersit di pikiranku bayangan kaisar kami, Caesar Marcus Aurelius , dengan jelas ingatanku saat aku bercengkeramah dengannya.
Caesar : “Mengapa engkau setia padaku ?”
Maximus : “Demi negeri ini .”
Caesar : “Berapa lama lagi engkau tahan menghadapi peperangan ? Aku ingin sesuatu yang lebih mulia engkau dapatkan. Aku sudah berkuasa 20 tahun dan hanya 4 tahun negeri kita menikmati kedamaian tanpa peperangan.”
Maximus : “Aku tidak tahu, Caesar jangan terlalu kuatir. ”
Caesar sangat baik padaku. Aku tahu maksudnya tapi tak terpikirkan olehku. Ahh, lagipula aku tidak berminat jadi kaisar. Gumamku setelah rekanku itu menjauh dari barisan.
Sampai di istana, kuambil sepucuk surat dari ruanganku dan kubaca. Sebuah surat dari istriku. Dia dan putraku baik-baik saja. Lamunanku sesaat semakin menambah rindu. Cukup lama kubayangkan wajah istri dan putraku.
Tiba-tiba ada panggilan lantang dari luar ruanganku. Suara nyaring seorang perwira memanggilku. “Jendral, kaisar ingin bertemu Anda.”
Agak aneh perasaanku. Dengan segera aku bergegas keluar ruangan dan berjalan melalui taman. Tampak sunyi dan beraura surgawi. “Ada dimana kaisar ?”, tanyaku pada perwira itu.
“Beliau tak ada rupanya”, jawab perwira itu.
Belati tajam menghunusku. Sangat dalam menusuk punggungku hingga menembus jantungku. Sangat menghentak hingga membuatku tergeletak. Sejenak masih tersisa bayangan tentang istri dan putraku. Tangisku terakhir.
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Demikianlah nasib seorang serdadu yang jujur dan setia mengabdi pada negerinya. Maximus adalah seorang jendral Romawi yang tangguh dan selalu menjadi andalan Caesar Marcus Aurelius. Karena kaisar itu makin tua, ia menginginkan Maximuslah yang menggantikanya. Keputusan kaisar itu membuat putranya, yaitu Commodus menjadi cemburu. Ia seorang yang tamak dan kejam. Kemudian Cesar Marcus Aurelius pada akhirnya mati juga akibat dibunuh oleh anaknya sendiri yang memiliki ambisi menggantikan ayahnya. Untuk menjadi seorang Caesar di negeri Romawi.
Layaknya Maximus, adakah kita temui seorang patriot-patriot sejati di negeri ini ? Seorang yang rela melayani dengan tulus berbuat dan berjuang, tidak tawar hati, dan tidak tamak.
Ketamakan dan kebencian dapat merusak kedamaian. Mereka yang mengejar kursi kekuasaan dan harta, selalu sibuk memikirkan siasat-siasat untuk merebutnya. Berlaku curang, tidak adil, merugikan banyak orang, tentu saja ini mengorbankan anak-anak negeri sendiri.
Dengan begitu, semuanya akan menjadi kacau dan di sana sini timbul perselisihan. Akibatnya keharmonisan menjadi rusak karena timbul dendam dan kebencian.
Pernahkah kita membenci seseorang dan tidak mau memaafkannya ? Ingatlah bahwa ketika kekuatan akan cinta melebihi kecintaan akan kekuasaan, maka dunia pun menemukan kedamaian.
Ancaman Terbesar Planet Bumi dan Penyesalan Terbesar Manusia

Global warming, global warming, and global warming. Memang ini adalah fenomena alam yang mungkin dampaknya saat ini belum terlalu parah yang kita rasakan. Tetapi sadarilah bahwa semua ini adalah tanda-tanda alam yang menunjukkan bahwa planet kita tercinta ini sedang mengalami proses kerusakan yang menuju pada kehancuran ! Ada proses secara periodik yang dampaknya bakal berakumulasi hingga nantinya akan semakin parah. What if… ?
Saya bertambah ngee lagi untuk saat ini dari sebelumnya. Walau tidak melakukan penelitian, saya cuma baca-baca perkembangan penelitiannya melalui beberapa literatur. Wow, it’s so complicated. How terrible. Saya kepikiran begini, alangkah kasihannya manusia-manusia generasi berikutnya dengan beban hidup yang bertambah berat karena dampak dari pemanasan suhu global. Kalau sekarang saja seandainya kita hidup di negara miskin yang sangat terik, kekurangan air, dan di sana sini lingkungan tandus. Gimana ya nantinya manusia-manusia itu bisa bertahan hidup pada 10, 100, 1000 tahun mendatang.
Kalau boleh saya coba berikan definisi global warming seperti apa. Global waming pada dasarnya adalah fenomena peningkatan temperatur global dari tahun ke tahun karena lapisan ozon semakin menipis dan meningkatnya gas rumah kaca di atmosfer sehingga panas matahari terkurung dalam lapisan permukaan bumi. Suhu permukaan bumi pun akhirnya meningkat. So far, is it so complicated ?
Ketika radiasi matahari menyentuh atmosfer bumi maka sebagian akan dipantulkan oleh atmosfer tersebut berupa sinar infra merah, dan sebagiannya lagi dapat ditembus dan diteruskan ke permukaan bumi. Hal inilah yang menyebabkan mengapa permukaan bumi bisa tetap hangat walau planet kita berada di tengah-tengah ruang angkasa yang sangat sangat sangat dingin.
Nah, kemudian panas yang masuk tadi dipantulkan kembali oleh permukaan bumi menuju keluar melalui atmosfer. Tapi, sayangnya tidak semua panas ini bisa keluar alias tertahan oleh gas CO2, Metana, N2O, dan CFC di atmosfer. Gas-gas ini yang disebut gas rumah kaca. Gas-gas inilah yang mencegah terlepasnya panas dari bumi menuju ke luar angkasa. Efeknya dinamai efek rumah kaca.
Selama ini sudah 3,5 milyar tahun bumi kita cukup hangat dan nyaman untuk ditinggali oleh seluruh makhluk hidup di dalamnya. Now, what’s the real fact ? Ternyata konsentrasi gas-gas rumah kaca tadi meningkat pesat lohh. Kenaikan konsentrasi gas-gas ini disebabkan oleh kenaikan pembakaran bahan bakar minyak (BBM), batu bara dan bahan bakar organik lainnya yang melampaui kemampuan tumbuhan-tumbuhan dan laut untuk mengabsorbsinya. Akibatnya, sudah pasti kenaikan emisi atau konsentrasi gas-gas ini menyebabkan semakin menipisnya lapisan ozon, itu juga artinya semakin sulitnya panas dari dalam bumi untuk keluar menuju angkasa. Jadi, semakin berakumulasilah panas itu dan semakin meningkatlah suhu di dalam planet yang kita cintai ini. Berbagai literatur menunjukkan kenaikan temperatur global termasuk Indonesia telah naik 1,3 derajat Fahrenheit (setara 0,72 derat Celcius) dalam 100 tahun terakhir. Diprediksi pada akhir abad 21 terjadi pada kisaran 1,5–40 Celcius.
Coba bayangkan kalau dampak-dampak yang terjadi saat ini bagi sebagian kalangan menganggap ini sudah mengerikan. Tentunya sudah banyak perdebatan ilmiah untuk menggali wawasan terkait dampak fenomena alam ini. Berikut ini dampak-dampaknya.
- Mencairnya es di kutub utara & selatan. Diprediksi hampir semua es di kutub utara akan lenyap pada akhir musim panas 2012.
- Meningkatnya level permukaan laut. Para ahli memperkirakan apabila seluruh Greenland mencair maka level permukaan laut akan naik sampai dengan 7 meter! Cukup untuk menenggelamkan seluruh pantai, pelabuhan, dan dataran rendah di seluruh dunia.
- Perubahan iklim dan cuaca yang semakin ekstrim. Pola curah hujan berubah-ubah sehingga sulit dapat diprediksi.
- Habisnya gletser sebagai sumber air bersih dunia. NASA mencatat bahwa sejak tahun 1960 hingga 2005 saja, jumlah gletser-gletser di berbagai belahan dunia yang hilang tidak kurang dari 8.000 meter kubik!
Mungkin sebagian kita sudah tahu dampak tragisnya seperti apa. Karena kenaikan permukaan air laut secara drastis maka sedikitnya 18 pulau di seluruh dunia sudah tenggelam alias hilang. Info terbaru yang saya peroleh menyatakan bahwa Indonesia kehilangan 26 pulau. Dari 17.506 pulau, kini jumlahnya melorot menjadi 17.480 pulau. Data ini dihimpun oleh Departemen Kelautan dan Perikanan, yang masih terus melakukan pendataan dan akan selesai dirangkum tahun 2009 mendatang. Diperkirakan hingga tahun 2030, akan hilang sekitar 2000 an pulau di Indonesia.
Ada juga info faktual dari seorang Ilmuwan berasal dari Universitas Washington di AS yang menyebutkan bahwa hanya dengan bertambahnya satu atau dua derajat pemanasan dapat menghilangkan satu spesies di wilayah tropis. Misalnya, saat ini di Australia suatu spesies burung sudah punah 10 spesies dan 60 lainnya sedang berada di ambang nasib yang sama. Hampir separuh dari semua spesies monyet dan kera berada dalam ancaman kepunahan. Sebanyak 304 spesies dari simpanse, orang hutan, kera berlengan panjang, dan kukang telah lenyap.
Yang paling tragis adalah punahnya keanekaragaman tanaman, terutama tanaman obat-obatan yang sangat penting bagi manusia. Suatu penelitian internasional yang dilakukan oleh Perlindungan Kebun Raya Internasional menunjukkan bahwa kira-kira 400 tanaman obat menghadapi resiko punah karena efek perubahan iklim pada ekosistem. Salah satunya adalah tanaman magnolia. Kita tahu bahwa mayoritas penduduk dunia tergantung dari obat-obatan berbasis tanaman. Jika terjadi penurunan keanekaragaman hayati atau punahnya tanaman obat-obatan maka hal ini dapat menurunkan stabilitas perawatan kesehatan global di masa mendatang.
Refleksi : Menyesalkah kita dan siapakah yang bertanggung jawab ?
Penelitian yang telah dilakukan para ahli selama beberapa dekade terakhir ini menunjukkan bahwa ternyata makin panasnya planet bumi terkait langsung dengan gas-gas rumah kaca yang dihasilkan oleh aktifitas manusia. Hal utama yang mereka kemukakan adalah bahwa beberapa jenis gas rumah kaca bertanggung jawab langsung terhadap pemanasan yang kita alami, dan manusialah kontributor terbesar dari terciptanya gas-gas rumah kaca tersebut. Kebanyakan dari gas rumah kaca ini dihasilkan oleh peternakan, penebangan pohon secara liar, pembakaran bahan bakar fosil pada kendaraan bermotor, pabrik-pabrik modern, serta pembangkit tenaga listrik yang sangat boros.
Akibat ulah manusia dalam agrikultur dan peternakan yang tidak terkendali, ternyata menjadi kontributor terbesar pemanasan global saat ini. Mengapa ? Karena Karbon Dioksida (CO2), metana (CH4) tidak lain adalah dihasilkan oleh agrikultur dan peternakan (terutama dari sistem pencernaan hewan-hewan ternak), Nitrogen Oksida (NO) dari pupuk.
Rusaknya hutan-hutan yang seharusnya berfungsi sebagai penyimpan CO2 juga makin memperparah keadaan ini karena pohon-pohon yang mati akan melepaskan CO2 yang tersimpan di dalam jaringannya ke atmosfer. Siapa yang merusak hutan-hutan ini ? It’s human behavior, do you agree ?
Human behavior lainnya adalah penggunaan chlorofluorocarbons (CFC) untuk pendingin ruangan dan kulkas. Gas-gas ini ada yang menghasilkan efek pemanasan hingga ribuan kali dari CO2.
Dengan demikian, maka dapat dipahami bahwa memang manusialah yang berperanan bagi nasibnya sendiri, karena pemanasan global terjadi akibat perbuatan manusia sendiri. Sadar atau tidak sadar sebenarnya kita sedang berada dalam kondisi penyesalan atas nama manusia dengan human behavior nya. Berangkat dari penyesalan maka tentunya manusia jugalah yang bertanggung jawab.
Jika dikemukakan pertanyaan seperti apakah tanggung jawab setiap orang. Menurut saya, yang penting adalah bagaimana kita sadar, think globally and act locally. Secara individual kita tidak dapat begitu saja dengan mudah merubah populasi, komunitas, ekosistem, dan biosfer. Ada faktor alam yang dominan. Kita hidup sangat singkat di sebagian kecil waktu dari periodeisasi umur bumi. Layaknya anggaplah saat di dalam 1 jam menanam benih jagung lalu menunggu hasilnya 6 bulan kemudian. Upaya dari kerjaan kita hanya ada 1 jam dan alam yang menentukan secara dominan selama 6 bulan. The result is unknown, we only give the best expectation.
Asosiasinya begini, apa yang kita perbuat, upayakan, harapkan di masa hidup kita yang singkat ini tentunya cukup memberikan pengaruh terhadap dinamika alam yang hasilnya akan dialami generasi manusia selanjutnya. Dinamika alam sebagian besar di luar kendali kita, tapi sebagian kecil manusia juga turut memberikan pengaruhnya. Maukah kita memberikan pengaruh konstruktif bagi dinamika alam ini buat generasi berikutnya ? Global warming, suatu dinamika alam yang tidak dapat dihindari tetapi dapat diminimalisasi dampaknya melalui pengaruh positif kita, constructive human behavior.
Simplenya. Kita telah tahu bagaimana perbuatan manusia yang mengakibatkan meningkatnya pemanasan global. Untuk itulah kita harus menekan, menahan, dan menghindari perbuatan-perbuatan seperti itu. Jangan sampai kita tega melihat nasib manusia-manusia generasi selanjutnya akan drastis bertambah parah. Kondisi suhunyanya sangat sangat sangat panas, di sana sini kekurangan air, serta lingkungan serba tandus. Seandainya, kita semua berbuat, berupaya, dan berharap agar manusia-manusia generasi yang akan datang dapat menikmati hidup dengan nyaman di planet yang kita cintai ini. Absolutely, only God know.
That Thing You Do

That Thing You Do adalah salah satu film favorit saya. Film ini dirilis pada tanggal 4 Oktober 1996, ditulis dan diarahkan oleh Tom Hanks sebagai director dan writter. Plotnya saat musim panas tahun 1964 yang diilhami dari kehidupan nyata. Film ini juga memiliki hit soundtrack "That Thing You Do" karya band rock yang bernama The Wonders, band anak muda yang mengusung warna The Beatles. Saya juga suka dengan lagu ini. Berikut ini lirik lagunya.
You, doing that think you do
Breakin’ my heart into a million pieces
Like you always do
And you, don’t mean to be cruel
You never even knew, about the heartache
I’ve been going through
And I try and try to forget you girl
But it’s just so hard to do
Everytime you do that thing you do
And I, know all the games you play
And I’m gonna find a way to let you know that,
You’ll be mine someday
‘Cause we, could be happy can’t you see
If you’d only let me be the one to hold you
And keep you here with me
Cause I try and try to forget you girl
But it’s just so hard to do
Everytime you do that thing you do
I don’t ask a lot girl (I don’t ask a lot girl)
But I know one thing for sure (Know one thing for sure)
It’s the love that I haven’t got girl
And I just can’t take it anymore
Cause we, could be happy can’t you see
If you’d only let me be the one to hold you
And keep you here with me
Cause it hurts me so just to see you go
Around with someone new
And if I know you, you’re doing that thing
Everyday just doing that thing
I can’t take you doing that thing you do
Film ini dibintangi oleh tokoh utamanya adalah Tom Everett Scott sebagai Guy Patterson dan Liv Tyler sebagai Faye Dolan. Guy Patterson adalah seorang pemilik toko dan seorang drummer musik jazz. Faye Dolan adalah kekasih Jimmy Mattingly. Suatu ketika Jimmy Mattingly lulusan SMU di Pennsylvania bersama teman-temannya membentuk grup band. Mereka berniat mengikuti festival musik. Tetapi saat itu, mendadak sang drummer mereka sedang terkena cedera di lengannya, sehingga mereka berusaha mencari penggantinya. Maka terpilihlah Guy Patterson sebagai pengganti drummer aslinya.
Mereka harus membuat satu lagu unggulan, lalu dari Jimmy lah lagu itu tercipta dari inspirasinya. Lagu itu berjudul That Thing You Do. Awalnya lagu ini terasa sangat melankolis tetapi berkat Guy Patterson iramanya diubah menjadi riang mirip lantunan lagu-lagu The Beatles. Karena di era itu, era 60 an banyak orang-orang khususnya anak muda yang menggandrungi band The Beatles. Nama band mereka yaitu The Oneders diadopsi dari frase kata The-One-Ders, oleh saran Faye Dolan pacarnya Jimmy. Faye Dolan mendapat inspirasi dari komentar Guy Patterson yang pernah bercerita tentang musik.
Hanya sebentar saja, The Oneders sudah menjadi bintang di festival musik tersebut dan dielu-elukan oleh puluhan gadis. Nama The Oneders pun, semakin populer di perusahaan rekaman, bahkan perusahaan rekaman eksekutif yaitu Play-Tone, milik Mr White (Tom Hanks). Mr White juga terpikat dengan penampilan The Oneders dalam festival musik itu. Ia mengontrak dan memanajeri The Oneders. Di bawah binaan Mr White, The Onders berkibar menjadi band yang dipuja. Single mereka, That Thing You Do ! memuncaki berbagai tangga lagu, termasuk Billboard yang prestisius. Atas saran Mr White, Guy dan kawan-kawan mengganti nama The Oneders menjadi The Wonders.
Namun ditengah kepopuleran nama band mereka, para personel mengalami hubungan yang kurang baik. Hubungan asmara pun, jadi pemicunya. Faye Dolan (Liv Tyler), yang semula setia pada Jimmy, beralih menyukai Guy. Faye kesal Jimmy tak pernah memperhatikannya. Jimmy malah marah ketika hubungannya dengan Faye dibongkar pers. Ia khawatir kehilangan cinta gadis-gadis pemujanya. Masalah ini bikin The Wonders pecah.
Finally, Guy mendeklarasikan cintanya pada Faye Dolan hingga diketahui publik. Mereka pergi ke Los Angeles dan menikah di sana. Beberapa tahun kemudian mengangkat 4 orang anak sebelum mereka pindah ke Bainbridge Island, Washington. Di kota ini mereka menemukan sebuah sekolah music, dan di sinilah tempatnya Guy mengajarkan komposisi music Jazz.
Sementara itu Jimmy, mantan kekasih Faye Dolan join kembali dengan perusahaan rekaman Play-Tone. Dia merekam sebanyak 3 album emasnya dengan band bentukannya yang baru, yaitu The Heardsmen. Sedangkan rekan-rekan lainnya menjalankan profesi yang berbeda-beda, ada yang menjadi manajer kasino dan ada yang menjadi seorang kontraktor bangunan.
Demikianlah sinopsis singkat atau adegan garis besarnya film ini. Saya teringat akan pesan moralnya salah satunya adalah let love find a away. *_*.
Takut ?
Seorang ahli anatomi terkenal dari Inggris suatu kali ditanya oleh seorang siswanya, "Apa obat paling mujarab bagi rasa takut?". Jawaban untuk pertanyaan itu adalah, "Cobalah berbuat sesuatu untuk orang lain."
Murid itu terpana dan meminta penjelasan lebih lanjut. Ahli anatomi itu menjawab, "Engkau tidak bisa memiliki dua rangkaian pikiran yang bertentangan pada saat yang sama. Satu rangkaian pikiran selalu akan mendepak pergi yang satunya lagi. Jika pikiranmu dikuasai oleh keinginan yang tulus untuk membantu orang lain, engkau tidak bisa merasa takut pada saat yang sama."
Demikianlah sebuah cerita yang mendeskripsikan bahwa secara harfiah manusia juga memiliki suatu bentuk respon emosi yaitu fear. Rasa takut ini merupakan mekanisme dasar yang terjadi sebagai respon dari adanya suatu stimulus yang khas, yaitu masalah dan ancamannya. Kadang tak terelakkan. Datang di dalam pikiran dan membawa suasana hati menjadi down. Hasilnya, exactly kita jadi gugup, tegang, dan bisa jadi patah semangat.
Tapi yang jelas tingkatan rasa takut tiap orang itu berbeda-beda tergantung bagaimana stimulus dari masalah dan ancamannya. Ada yang takut bila cita-cita pendidikannya gagal, ada yang takut bila tidak mendapatkan teman hidup alias jodoh, hehehe, atau hubungan spesial dengan pasangan hidupnya terputus, dan ada yang bila seseorang yang paling dikasihinya pergi. Semuanya tergantung bebannya, bukan karena suasana hati karena justru suasana hati adalah dampaknya.
Seseorang menjadi stress dan depresi bearawal dari pikirannya yang telah distimulus oleh suatu situasi yang tidak diharapkan datang, dan ditambah ruwetnya beban pikiran. Bukan hanya karena ada banyak masalah, meskipun juga ada sedikit masalah tapi kita tidak bisa mengaturnya lewat jalan pikiran kita, automaticly kelak kita bisa takut deh kelak apa yang akan terjadi, dan apa ancamannya.
However, konsep peta pikiran atau mind mapping menjelaskan bahwa cara kerja pikiran kita menuliskan tema utama sebagai titik sentral dan memikirkan cabang-cabang atau tema-tema turunan yang keluar dari titik tengah tersebut dan mencari hubungan antara tema turunan. Selain itu, cara kerjanya juga bisa berjalan dalam dua rangkaian yang bertentangan. Anggaplah negative polar dan positive polar.
Jika ada masalah yang menstimulus pikiran kita biarkanlah itu bekerja secara postif. Itu akan membawa kita pada optimisme dan mengurangi rasa takut yang berlebihan. Ingat rasa takut tidak dapat dilenyapkan begitu saja. Yang penting, jangan biarkan diri kita berlarut-larut dalam dua rangkaian pikiran yang bertentangan. Negative polar dan positive polar. Pilih positive polar. Suatu rangkaian dimana kita memikirkan peluang-peluang dan langkah-langkah memenuhi peluang itu.
Maksudnya adalah jika sejauh mana kita berbuat suatu upaya pemecahan masalah, maka kita juga harusnya berharap. Ada usaha yang maksimal tentu ada imbalannya. Tentunya harus tulus megerahkan kemampuan.
Apabila kemapuan kita terbatas, alternatifnya masih ada orang lain yang membantu. Perlu adanya suatu empati. Harapannya jika pikiran dikuasai oleh keinginan yang tulus untuk membantu orang lain, maka kita tidak akan merasa takut pada saat membutuhkan empati. Cobalah juga berbuat bagi orang lain di dalam mencarikan solusi permasalahan. Itu adalah jawabannya dan akan diberi jawaban. At least, kita bisa belajar dari permasalahan orang lain dengan cara membantunya. Empatinya ? Pasti ada, asalkan tulus maka yakin secara adil itu akan datang terutama dari Sang Pencipta.
Nah, itu artinya kita sedang menjalankan kehidupan secara aktif dengan pikiran, tindakan, dan harapan yang positif. Sesuai takarannya kita sedang menghidupkan kehidupan yang kita imajinasikan dengan apa adanya, selebihnya akan disempurnakan oleh Sang Pencipta. Kemanakah kita berseru ? Is it right ? And now, would you bring your mind to the only one polar? Is that a positive polar to be? ^_^.
Presiden dan Wakil Presiden RI 2009 : Visi 2020 harus Public Oriented
Cita-Cita Luhur dan Visi Indonesia 2020
Para pendahulu kita telah merancang pembukaan UUD 45 yang pada paragraf keduanya berbunyi sebagai berikut: “Dan perjuangan pergerakan kemerdekaan Indonesia telah sampailah kepada saat yang berbahagia dengan selamat sentausa mengantarkan rakyat Indonesia ke depan pintu gerbang kemerdekaan Negara Indonesia, yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur”. Jadi cita-cita bangsa Indonesia yang dirumuskan oleh para pendahulu bangsa itu sebenarnya sederhana saja. Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur.
Bagi bangsa Indonesia, visi didasari dan diilhami oleh cita-cita luhur yang telah digariskan para pendiri Negara sebagaimana termaktub dalam Pembukaan UUD 1945 alinea kedua. Visi tersebut merupakan wawasan ke depan yang ingin dicapai yang bersifat kearifan intuitif yang meyentuh hati dan menggerakkan jiwa untuk berbuat. Visi ini jugalah merupakan sumber inspirasi, motivasi, dan kreativitas yang mengarahkan proses penyelenggaraan kehidupan berbangsa dan bernegara menuju masa depan yang dicita-citakan.
Oleh karena itu, untuk lebih menjelaskan upaya pencapaian cita-cita luhur bangsa, maka perlu dirumuskan sebuah visi yaitu Visi Indonesia 2020. Visi Indonesia 2020 mencakup semua aspek kehidupan berbangsa dan bernegara dengan memperhatikan tantangan yang dihadapi saat ini dan masa yang akan datang. Visi inilah yang menjadi pedoman untuk mewujudkan cita-cita luhur bangsa Indonesia sebagaimana telah dinyatakan di dalam Pembukaan UUD 1945.
Visi Indonesia 2020 adalah terwujudnya masyarakat Indonesia yang religius, manusiawi, bersatu, demokratis, adil, sejahtera, maju, mandiri serta baik dan bersih dalam penyelenggaraan negara.
Sistem Politik Indonesia Yang Bertumpu Pada Rakyat
Dalam penentuan arahan konseptual ketatanegaraan untuk mewujudkan visi negara tidak bisa terlepas dari aspek politik. Karena politik adalah proses pembentukan dan pembagian kekuasaan dalam masyarakat yang antara lain berwujud proses pembuatan keputusan, khususnya dalam negara. Dalam perspektif sistem, sistem politik adalah subsistem dari sistem sosial. Perspektif atau pendekatan sistem melihat keseluruhan interaksi yang ada dalam suatu sistem yakni suatu unit yang relatif terpisah dari lingkungannya dan memiliki hubungan yang relatif tetap diantara elemen-elemen pembentuknya, antara lain negara, pemerintahan, rakyat, dan perilaku politik.
Model sistem politik yang paling sederhana akan menguraikan masukan (input) ke dalam sistem politik, yang mengubah melalui proses politik menjadi keluaran (output). Dalam model ini masukan biasanya dikaitkan dengan dukungan maupun tuntutan yang harus diolah oleh sistem politik lewat berbagai keputusan dan pelayanan publik yang diberian oleh pemerintahan untuk bisa menghasilkan kesejahteraan bagi rakyat. Dalam perspektif ini, maka efektifitas sistem politik adalah kemampuannya untuk menciptakan kesejahteraan bagi rakyat. Sehingga model sistem politik haruslah berorientasi pada masyarakat (public oriented).
Partisipasi dan kepedulian masyarakat harus dilibatkan secara langsung dan mutlak diperlukan. Seorang individu atau kelompok diwajibkan oleh negara untuk melakukan hak dan kewajibannya guna melakukan perilaku politik adapun yang dimaksud dengan perilaku politik antara lain berikut ini.
Melakukan pemilihan untuk memilih wakil rakyat atau pemimpin negara.
Mengikuti dan berhak menjadi insan politik yang mengikuti suatu partai politik atau parpol , mengikuti ormas atau organisasi masyarakat atau lembaga swadaya masyarakat.
Ikut serta dalam pesta politik.
Ikut mengkritik atau menurunkan para pelaku politik yang berotoritas.
Berhak untuk menjadi pimpinan politik.
Berkewajiban untuk melakukan hak dan kewajibannya sebagai insan politik guna melakukan perilaku politik yang telah disusun secara baik oleh undang-undang dasar dan perundangan hukum yang berlaku.
Untuk menjalankan penyelenggaraan negara melalui sistem politik yang bertumpu pada masyarakat sangat diperlukan adanya kesadaran bermasayarakat dari seluruh elemen masyarakat Indonesia. Kesadaran ini menuntut terciptanya keterbukaan atau transparansi terutama dalam era otonomi daerah dan globalisasi yang dewasa ini semakin kuat gaungnya. Partisipasi dan kepedulian masyarakat harus dilibatkan secara langsung dan mutlak diperlukan. Sehingga masyarakat dengan kesadaran tinggi akan merasakan bahwa seluruh praktik penyelenggaraan negara dalam mengeluarkan kebijakan tersebut akan benar-benar dari masyarakat dan untuk kesejahteraan masyarakat itu sendiri.
Realita Visi dan Sistem Politik Indonesia
1. Sudahkah visi Bangsa Indonesia tercapai ?
Dua hal yang sulit dicapai dari apa yang telah diimpikan oleh para pendahulu bangsa Indonesia adalah Indonesia yang Adil dan Indonesia yang Makmur.
Secara faktual Indonesia telah jauh terseret dalam jebakan-jebakan neoliberalisme. Misalnya menumpuknya hutang luar negeri yang harus dibayar oleh Indonesia. Proses pembayaran utang tersebut dilakukan secara tersamar lewat kebijakan politik dan ekonomi yang mengarah kepada kepentingan pasar global dan mengabaikan kondisi sosial dan kesejahteraan masyarakat. UU No 22 tahun 2000 tentang Minyak Bumi dan Gas Alam menjadi salah satu bukti keberpihakan negara kepada korporasi global. Negeri yang kaya minyak ini kemudian menjadi net-importir BBM dan penguasaan pasar minyak domestik oleh Pertamina berkurang hingga 50 %. Tak heran, kenaikan harga BBM secara berturut-turut dengan jarak waktu yang sangat singkat.
Tragisnya, masih ada ‘gerombolan’ penyeludup berdasi yang tega menyeludupkan minyak untuk kepentingan sendiri. Perusahan-perusahan MNC yang di bantu oleh “para calo” amatir (elit politik dan birokrasi pemerintahan) dengan mudahnya melakukan eksploitasi terhadap sumber daya alam kita tanpa memperhatikan kesejahteraan masyarakat lokal (adat). Dengan demikian, di dalam konteks sosial dan ekonomi, kondisi Indonesia hari ini secara empirik semakin memprihatinkan. Pelayanan publik pemerintah dalam membuat kebijakan-kebijakan, secara paradigmatik mengalami perubahan mendasar dari pelayanan berbasis kesejahteraan masyarakat (public service oriented) seakan-akan menjadi pelayanan yang berorientasi pasar (market service oriented). Hal ini merupakan suatu realita belum tercapainya keadilan di Indonesia.
Secara ekonomi saat ini Indonesia sangat tergantung pada lembaga-lembaga keuangan internasional penyokong Indonesia seperti IMF, World Bank, Asian Development Bank, dan lain sebagainya. Setelah lebih dari 60 tahun Indonesia lepas dari penjajahan, World Bank dalam World Development Report 2007 masih mengkategorikan Indonesia sebagai negara dengan status Lower-Middle Income. Dengan Percapita Gross National Income (PPP) pertahun sebesar $3,720, Indonesia masih menduduki kelompok bawah pada rangking kondisi ekonomi negara-negara di dunia, tidak terlalu jauh berbeda dengan pencapaian Vietnam, Nicaragua, Syria, dan masih dibawah Phillipina ($5,300) apalagi Malaysia ($10,320). Diperkirakan sekitar 7,5% dari penduduk Indonesia masih dikategorikan sebagai penduduk miskin dengan penghasilan dibawah International Poverty Line sebesar $1 sehari, dan masih kurang dari setengah jumlah penduduk Indonesia yang berpenghasilan di atas $2 per hari.
Masih dari laporan yang sama, dapat dilihat hutang luar negeri Indonesia yang menumpuk pada angka 140,649 juta dollar Amerika, yang jika dibagi rata pada 221 juta rakyat Indonesia, setiap orang harus menanggung beban hutang sebesar $636 atau sedikit di bawah 6 juta rupiah per orangnya.
Dari sisi kemakmuran, pencapaian Indonesia masih jauh juga dari harapan. Melihat dari kenyataan tersebut, rasanya cita-cita para pendahulu kita terutama dalam mewujudkan Indonesia yang Adil dan Makmur masih jauh dari kenyataan.
2. Apakah pembangunan sistem politik Indonesia masih pro kerakyatan ?
Sejak reformasi politik dilakukan, Indonesia mengalami perkembangan yang tak ada presedennya. Sedikitnya ada tiga hal yang patut untuk diberi catatan. Pertama, semua elite politik berusaha mengadopsi demokrasi sebagai sistem penyelenggaraan negara. Dalam kaitannya dengan suksesi kepemimpinan, mereka sepakat untuk menggunakan pemilu sebagai mediumnya. Baik pemilu legislatif maupun pilpres telah disepakati sebagai jembatannya. Tiga pemilu di era Reformasi telah membuktikan cita-cita tersebut.
Kedua, aktor politik tersebar di berbagai elemen dan kebebasan berpartai menjadi pilihan. Tidak ada lagi larangan bagi siapa pun untuk membentuk partai politik. Tidak terlalu mengherankan bila kemudian jumlah partai pun berkembang dari waktu ke waktu. Bila pada Pemilu 1999 ada 48 partai politik (parpol) peserta pemilu, Pemilu 2004 diikuti oleh separuh dari jumlah tersebut. Kemudian dalam pemilu yang lalu, jumlahnya kembali membengkak menjadi 38 partai nasional, ditambah 6 partai lokal di Nanggroe Aceh Darussalam (NAD).
Ketiga, keterbukaan informasi. Tanpa media massa, kita tidak tahu apa-apa mengenai kegiatan para elite partai tersebut. Dengan adanya kebebasan untuk memperoleh berita, makin bebas pula para aktor tersebut bermanuver. Seolah, setelah masa kampanye pemilu usai, kini ada panggung baru yang dapat digunakan untuk memopulerkan keberadaan elite partai di republik ini. Sementara pendidikan dan sosialisasi politik belum dapat dilakukan oleh mereka, hiruk-pikuk koalisi yang diberitakan media diharapkan mampu menggantikannya.
Semua elite partai politik mengklaim bahwa yang mereka lakukan adalah demi kepentingan negara dan bangsa. Artinya, keberadaan partai tidak semata-mata mencari kekuasaan bagi para fungsionarisnya, melainkan demi kepentingan yang lebih besar. Memang, bila presiden terpilih sudah efektif dan menjalankan kekuasaannya dengan baik, tujuan tersebut tak terbantahkan. Karena partailah negeri ini mendapatkan pemimpin yang membela kepentingan rakyatnya. Akan tetapi, sudah seberapa jauh cita-cita tersebut tercapai? Yang paling nyata adalah bahwa para elite partai berusaha sekuat tenaga untuk memperoleh bagian dalam proses alokasi nilai di atas.
Atas nama ideologi, atas nama etnik, atas nama budaya, mereka memperjuangkan seseorang untuk menjadi calon presiden dan wakil presiden. Namun yang paling kasatmata adalah bahwa perjuangan itu tidak gratis. There is no such thing as a free lunch, tak ada makan siang gratis dalam politik. Kita memang patut berterima kasih kepada partai atas prakarsanya untuk memilih calon presiden. Untuk itu, pembagian jatah akan mereka terima cash ketika pemerintahan terbentuk kelak. Namun, kita lupa bahwa sistem pilpres sekarang sudah berbeda dengan masa lalu.
Pada Pemilu Legislatif lalu, kita tahu begitu banyak kekecewaan yang didengungkan di sana sini. Kinerja KPU dalam Pemilu Legislatif dinilai sebagian besar pengamat dan masyarakat tidak memuaskan. Lamanya penantian penghitungan suara yang masuk ke KPU Pusat di Hotel Borobudur, membuat sebagian besar rakyat Indonesia perlu bersabar sekaligus gregetan dengan kinerja KPU dalam Pemilu Legislatif dinilai sebagian besar pengamat dan masyarakat sangat tidak memuaskan dan disana-sini penuh dengan masalah dan ketidakberesan. Namun harapan bagi perbaikan kinerja KPU untuk Pemilu Presiden patut kita dengungkan. KPU dapat mengambil hikmah dibalik segala kekurangan dalam pelaksanaan Pemilu Legislatif. Hal yang utama menurut penulis adalah Update atau pembaruan data dalam daftar DPT (daftar Pemilih Tetap) agar semakin banyak masyarakat yang mempunyai hak pilih yang tadinya Terpaksa golput di Pemilu Legislatif karena tidak terdaftar sebagai DPT untuk berpartisipasi dalam Pemilu Presiden.
Usainya Pemilu Legislatif jika kita amati sekilas hasil sementara dari KPU, maka saat ini agaknya tergambar adanya blok-blok (kubu) untuk Pemilu 8 Juli nanti. Siapa-siapa Capres-Cawapres dan bagaimana peta politiknya? Dinamika politik Indonesia semakin berbentuk. Semua elite politk sedang berlomba untuk Pemilu 8 Juli 2009 mendatang. Semuanya dibalut oleh satu tujuan, yakni memperjuangkan calon presiden. Golden Triangle, Golden Bridge, kemudian Koalisi Besar menjadi headline di berbagai surat kabar. Kita selalu disuguhi berita-berita tentang kesepakatan, penjajakan, dan komunikasi politik antar elite partai dalam membangun koalisi.
Refleksi : Kriteria Kandidat Pemilu 8 Juli 2009 Haruslah Visioner dan Pro Kerakyatan
Dewasa ini hal kepemimpinan terutama terkait pemimpin bangsa menjadi pemikiran yang serius di semua lapisan masyarakat, baik di lembaga pemerintahan, lembaga swasta, maupun lembaga pelayanan-pelayanan umum. Dimana-mana sering didengungkan terjadinya krisis kepemimpinan. Setiap kali pemimpin bangsa Indonesia berjuang menegakkan kedaulatan negara tetapi masih terjadi begitu banyak masalah. Periodeisasi rezim pemerintahan oleh beberapa kalangan dipandang masih kurang merakyat atau adanya keberpihakkan pada beberapa kepentingan. Implikasi yang timbulkan dari hal ini adalah terjadinya dinamika sosial yang disertai benturan-benturan yang cenderung anarkis antara peradaban barat dan timur yang berakibat pada semakin mengentalnya aksi demonstrasi bahkan terorisme, penguatan ekonomi hanya untuk kepentingan beberapa kalangan. Selain itu, sering juga terjadi pelanggaran konsepsi Hak Asasi Manusia (human right), lingkungan hidup dan demokrasi menjadi paradoks dan di pandang secara pesimistik oleh berbagai kalangan.
Apabila kita menganalisa pernyataan di atas, maka kita akan bertanya sejenak ada apa dengan pemimpin-pemimpin bangsa kita belakangan ini ? Faktor utama yang menjadi indikasi hal ini bisa dikatakan adalah belum optimalnya kiprah para pemimpin bangsa kita. Adanya keterbatasan dalam mengemban tanggung jawab, mengusahakan pelaksanaan tugas, memiliki impian dan menerjemahkannya menjadi kenyataan. Adapun juga yang menjadi faktor lainnya adalah masih mimimnya kontribusi atau keterlibatan seluruh elemen bangsa dalam membangun kebersamaan untuk memajukan bangsa.
Dengan demikian, sangatlah diperlukan suatu kepemimpinan yang efektif dan menjadi kekuatan bagi bangsa kita dalam memaksimalkan kontribusi bagi kesejahteraan bersama. Para pemimpin bangsa juga haruslah visioner yang akan mengarahkan rakyatnya untuk mampu memberikan inspirasi dan dorongan agar memiliki kemampuan dan kepercayaan di masa depan yang lebih baik. Sebab menjadi pemimpin diperlukan upaya, bukan sekedar memiliki bakat. Maka para pemimpin bangsa kita kedepannya, terutama presiden dan wakil presiden yang terpilih melalui pemilu 8 Juli mendatang merupakan rangkaian upaya kita bersama untuk menentukan kriteria pemimpin bangsa yang visioner.
Ada 2 (dua) kriteria penting bagi para kandidat atau calon presiden dan wakil presiden yang berkompetisi melalui pemilu 8 Juli mendatang. Kriteria pertama, yaitu para kandidat haruslah memenuhi prinsip-prinsip kepemimpinan yang visioner sesuai visi bangsa. Oleh karena itu, para kandidat harus memahami secara jernih akan visi bangsa Indonesia sebagaimana termaktub dalam Visi Indonesia 2020, yaitu terwujudnya masyarakat Indonesia yang religius, manusiawi, bersatu, demokratis, adil, sejahtera, maju, mandiri serta baik dan bersih dalam penyelenggaraan negara.
Kriteria ini sangatlah penting, karena dari karakter kepemimpinan yang visioner tercermin karakter pemimpin yang bijaksana sekaligus manajer yang baik di dalam menjalankan visinya. Ciri-cirinya adalah dapat melakukan inovasi, memiliki kemampuan mengatur yang efektif, fokus pada sumber daya manusia dan juga fokus pada sistem dan prosedur, memiliki target jangka pendek dan target jangka panjang.
Jika konsistensi kepemimpinannya terealisasi kelak maka dengan demikian cita-cita luhur bangsa kita menjadi suatu kenyataan yang optimis. Tentunya dengan harapan terjadi transformasi kondisi bangsa yang signifikan, yaitu bangsa kita dapat pulih dari keterpurukan bahkan bangkit dan maju dari ketertinggalan secara global. Walaupun terdapat keberagaman tetap terjaga pluralisme dan persatuan serta kesatuan bangsa secara utuh.
Kriteria kedua adalah para kandidat haruslah pro kerakyatan. Adalah sangat penting bagi para elite politik memiliki mainset kerakyatan dan jiwa nasionalisme. Mereka haruslah menyadari kondisi kehidupan dan penghidupan rakyat di segala aspek melalui berbagai kaca mata pengamatan. Para kandidat haruslah bersimpati dan berempati akan hal ini. Mereka merupakan saluran yang aspiratif yang berani dan tegas meyerukan suara rakyat. Memiliki integritas dan komitmen yang kuat untuk meletakkan kepentingan rakyat di atas kepentingan golongan tertentu.
Kriteria ini penting karena jika kelak salah satu kandidat terpilih menjadi pemimpin bangsa yaitu sebagai presiden dan wakil presiden pastilah memiliki pengaruh besar dalam penyelenggaraan negara, khususnya di dalam membuat kebijakan pemerintahan. Kemungkinan di saat menjadi presiden dan wakil presiden, mereka akan menemukan banyak intervensi dari berbagai kalangan baik dari dalam negeri maupun dari luar negeri. Kemungkinan juga cara pandang mereka akan berbeda atau berubah di dalam membuat suatu kebijakan dan keputusan di saat-saat tertentu. Karena selama ini terdapat pergumulan yang sangat krusial bagi pemerintah terkait di dalam membuat kebijakan yiatu antara kebijakan yang market oriented dengan public oriented. Dengan demikian, patutlah kriteria kedua dari para kandidat ini diperlukan karena dari kriteria tersebut tercermin suatu karakter kepemimpinan yang hikmat dan bijaksana.
Saat ini telah terdeklarasi tiga calon presiden dan wakil presiden, yaitu Jusuf Kalla - Wiranto, Megawati-Prabowo, dan SBY-Budiono. Semua parpol tentu kemudian memilih mendukung satu dari tiga pasangan ini melalui berbagai upaya kerja keras dengan berbagai skenario. Suatu skenario besar sedang berjalan. Dinamik politik Indonesia seperti berjalan menuruti sebuah skrip dari sebuah scenario. Hal ini akan menjadi sebuah cerita dimana seolah-olah ada 4 fase yang akan berlangsung. Fase pertama yaitu fase pemilu caleg yang sudah kita lalui pada pemilihan anggota DPR. Fase kedua adalah saat sekarang calon presiden dan wakil presiden dideklarasikan. Fase ketiga yaitu nanti saat Pemilu Presiden selesai. Dan Fase terakhir yaitu saat kabinet dibentuk. Ini adalah suatu fase yang menarik dalam perkembangan politik Indonesia.
Semoga semua kandidat sedang membentuk opini dan membangun persepsi rakyat untuk memelihara keadaan, menstabilkan keadaan, sehingga Indonesia bisa menjadi negara yang manis di mata dunia. Walaupun kita semua memiliki pandangan yang berbeda-beda, perbedaan asal-usul, dan bahkan perbedaan aspirasi. Akan tetapi kita semua harus mengikat keberagaman ini menjadi suatu rangkaian kebhinekaan untuk menjaga kemerdekaan yang hakiki. Siapapun presiden dan wakil presiden yang terpilih melalui proses pemilihan umum 8 Juli 2009 nanti harus dituruti semua. Yang penting adalah siapapun presiden dan wakil presiden nanti, haruslah menjaga kedaulatan bangsa dan untuk kepentingan rakyat.
Film Box Office dalam Bahasa Batak
1. Enemy at the gates -- Matte ho, nga ro !
2. Remember the Titans -- Ingot hamu partompaon i
3. The Italian Job – Parbola
4. Die Hard -- Dang ra mate
5. Die Hard II -- Tong, dang olo mate
6. Die Hard III -- Dang marna mate fuang !!
7. Bad Boys -- Si roa balangs
8. Sleepless in Seattle -- Markombur di radio, dia boi modom ?
9. Lost in Space -- Dibondut banua holling
10. X-Men -- Pantang so bilak
11. X-Men 2 -- Tong sai pabilak-bilakhon
12. The Brotherhood of War -- Manat Mardongan-tubu
13. Paycheck -- Bayar habis panen ma i, bah!
14. Independence Day – Agustusan
15. The Day After Tomorrow – Haduan
16. Die Another Day -- Dang jadi mate sadarion
17. There is Something About Marry -- Si Maria Pargabus
18. Silence of the Lamb -- Hambing Parhohom
19. Planet of the Apes -- Huta ni Bodat
20. Gone in Sixty Second -- Marimpot-impot
21. Freddy vs Jason -- Peredi VS Jekson
22. Air Bud -- Panangga (biang)
23. How To Lose A Girl in 10 Days – Topar
24. Lord Of The Ring -- Tulang. (ai tulang do si jalo tintin marangkup )
25. Deep Impact -- Hansit naii
26. Million Dollar Baby -- Ai sajuta arga ni Babi saonari?
27. Blackhawk Down -- Lali lao manangkup manuk
28. Saving Private Ryan -- (Ai ise si Ryan on? So ditanda batak goar 'rian'. Peredi, Jekson, Mikael, Ultop, ... dll.)
29. Dumb and Dumber -- Lam Loakon
30. The Collateral -- Si Padalan Hepeng
31. Braveheart -- Parate-ate
32. Payback -- Garar Utangmu
33. My Greek Big Fat Wedding -- Muli Sikobol-kobol
34. I Know What You Did Last Summer – Datu
35. I Still Know What You Did Last Summer -- Unang gabusi ahu, hutanda do ho Ito
36. Cold Mountain -- Dolok Sanggul ma i...
37. Any Given Sunday -- Marminggu Hamu Fuang
38. Beautiful Mind -- Nipi Nama i
39. Drunken Master – Parmitu
40. The Gift -- Durung-durung
41. Lion King – Sisingamangaraja
42. Mr. & Mrs. Smith -- Smith Dohot Oroan na
43. Rest In Peace -- Dison Do Maradian (bah, judul film apa pulak lagi ini?)
44. Run Away Jury -- Martabuni Ho Tulang a
45. Step Mom -- Inang Panirang-Nirangan
46. Band of Brother --- Dongan Sabutuha, Dongan Sapargaulan
47. 2 Fast 2 Furious --- Manat-manat di dalan
Source : www.ketawa.com
Emmanulle Grey Rossum : bertekun adalah kunci prestasi
Seorang wanita cantik yang akrab disapa "Emmy". Wanita yang juga memiliki karakter smart ini berkewarganegaraan Amerika Serikat. Dengan usianya yang kini 22 tahun telah diakui sebagai aktris, penyanyi, dan pencipta lagu yang handal.
Masa kecilnya ia hanya ditemani seorang ibunya, karena sejak ia masih dalam kandungan saat itu pula ibunya berpisah dengan sang ayah. Kemudian ia dibesarkan oleh ibunya, seorang bankir dan fotografer. Ia dididik dan dilatih sesuai bakatnya, tentunya sesuai apa yang ia senangi. Ketertarikannya di dunia seni tarik suara dan bakat musik telah meraup prestasi saat ia berumur 7 tahun. Suatu prestasi gemilang dimana ia diterima sebagai anggota Metropolitan Opera Children’s Chorus. Salah satu alasannya, karena bisa menyanyikan lagu Happy Birthday dalam 12 kunci nada.
Kesempatan ini benar-benar di pergunakan olehnya dengan tekun. Ia mendapat dukungan dan motivasi dari sang ibu. Di sekolah opera itu, Emmy dididik hingga terus berkembang dan kemampuannya semakin tajam. Pada usia 12 tahun, ia sudah mampu mengiringi nyanyian penyanyi-penyanyi besar, seperti Placido Domingo dan mendiang Luciano Pavarotti. Demikian juga saat itu Emmy semakin terampil dalam 6 bahasa. Ia pernah menyanyi di 20 opera dengan 6 ragam bahasa misalnya, opera A Midsummer Night’s Dream, La Boheme, dan Turandot.
Tidak hanya di dunia seni musik, bahkan di dunia akting atau perfilman juga ia tekuni. Masa remajanya, Emmy pernah tampil di dalam film layar lebar, seperti Law & Order, The Day After Tomorrow, dan Poseidon. Termasuk di dalam film drama musikal yang sangat populer yaitu The Phantom of the Opera. Emmy berperan sebagai Christine Daae. Karena perannya itu atau aktingnya yang memukau maka Emmy dinobatkan ebagai Aktris Terbaik untuk Kategori Film Musikal/Komedi, di penghargaan Golden Globe.
Tiada hentinya berhasrat menggali bakat untuk mengejar prestasi, sehingga ke depannya Emmy terus melanjutkan profesinya sebagai penyanyi dan bermain film. Anehnya, ia juga menyenangi matematika. Jika tidak jadi aktris atau penyanyi, mungkin Emmy menjadi ahli matematika atau astronaut. Yang terpenting baginya adalah ia telah menggali bakatnya, bertekun, dan mendapat prestasi. Prinsip ini ia tanamkan dalam dirinya bahwa dengan bertekun dalam profesi itu membawa prestasi.
Reference :
http://www.berani.co.id/Tokoh_Detail.aspx?ID=23&URLView=default.aspx
Information and Communication Technology
PENDAHULUAN
Hari ini Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) telah menjadi elemen sentral dalam berbagai aktivitas masyarakal. Mesin otomasi, jejaring komputer, instrumentasi digital, internet, satelit komunikasi, telepon seluler dan lain-lain menawarkan suatu hal baru dalam kehidupan bermasyarakat: objektifikasi pikiran dan intelejensi ke dalam bentuk perangkat lunak (software) berbasiskan komputasi digital. Dengan TIK, aktivitas personal dan sosial manusia dapat menjadi lebih intelijen karena setiap keputusannya didasarkan atas informasi yang dihasilkan oleh para pelaku di berbagai pusat aktivitas sosial di segenap penjuru bumi.
TIK berkembang sangat pesat sejak awal 1960-an, ketika terjadi vergensi antara teknologi komputer, kontrol, dan telekomunikasi. Sebelum itu, masing-masing teknologi ini berkembang secara terpisah, terutama didorong oleh berbagai kepentingan politik di era Perang Dunia I dan II. Misalnya jejaring komputer berskala besar berkembang pesat untuk kepentingan intelijen, sedangkan teknologi telekomunikasi menjadi instrumen pemerintah untuk melakukan pengawasan terhadap publik. Berakhirnya Perang Dunia membawa berbagai perubahan yang mengawali suatu revolusi yang dikenal dengan revolusi informasi. Dalam revolusi informasi ini TIK menjadi elemen teknologis yang sentral.
PERKEMBANGAN TIK
Perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) menyangkut dua hal, yaitu perkembangan teknologi piranti/perangkat keras (hardware) yang dapat berupa teknologi chip dengan komponen dasar transistor, di samping itu juga perkembangan piranti/perangkat lunak (software), misalnya Product Microsoft yang dikembangkan oleh Bill Gates maupun Product Apple yang dikembangkan oleh Steve Jobbs.
“3G” adalah sebutan populer untuk “third generation technology”, yang diklaim sebagai generasi terbaru telekomunikasi seluler. Dibandingkan dengan teknologi GSM dan GPRS sebagai pendahulunya, 3G unggul dalam hal kecepatan transfer data bergerak. Di Indonesia sendiri, setelah melalui proses pelelangan yang dilakukan oleh Direktorat Jenderal Pos dan Telekomunikasi, terpilih 3 operator seluler yang memegang lisensi untuk mengembangkan teknologi 3G di Indonesia, yakni Telkomsel, Excelcomindo Pratama, dan Indosat.
Namun, beberapa pakar memandang masa depan 3G tidaklah cerah seiring dengan dikembangkannya teknologi terbaru dalam bidang BWA (Broad Wireless Access), yakni 4G alias Wimax. Kecepatan transfer data Wimax menyamai kecepatan transfer Wifi, namun dengan satu perbedaan krusial, yakni mobilitas. Wimax sebagai solusi komunikasi seluler diharapkan dapat mulai memasuki pasar komersil 5-10 tahun mendatang. Nokia, vendor perangkat telekomunikasi terkemuka bahkan menargetkan untuk mengglobalkan Wimax pada tahun 2008 dan tahun selanjutnya.
Teknologi di Indonesia sekarang termasuk memasuki tahap kemajuan seperti Wireless, Fiber Optic, Satelite, GPRS, 3G, GPS, VoIP, VPN, dan masih banyak lainnya. Tapi mari kita lihat, teknologi-teknologi tersebut lebih sering kita lihat di kota-kota Megapolitan seperti Jakarta, Surabaya, Medan, dan kota besar lainnya. Bagaimana dengan daerah-daerah lainnya?
Prestasi Indonesia
• Setelah mengikuti ajang Asia Pacific Information and Communication Technology Awards (APICTA) pada bulan November 2008 yang merupakan lomba bergengsi untuk bidang teknologi informasi dan komunikasi (TIK) di kawasan Asia Pasifik tanpa penghargaan tertinggi, tahun ini Indonesia berhasil merebut tiga Penghargaan Utama dan satu kategori Merit. Ketiga pemenang adalah Pixel People Project Research and Design (untuk iBatik Open Source Software); PT Dama Persada (untuk Xirka-WiMax Baseband Processor), dan PT Sqiva Sistem (untuk Sqiva Reservation and Distribution System V2). Sementara untuk kategori Merit (yang nilainya 5 persen di bawah Winner) adalah SMA 4 Denpasar dengan karya Peradnya Steganography.
• Xirka adalah nama dagang chipset WiMax dari PT Versatile Silicon Technologies yang dipasarkan melalui kerja sama dengan PT Dama Persada. Sementara itu, PT Inti dan PT LEN juga tengah menyiapkan perangkat.
• Tim Ganesha ANT berhasil meraih penghargaan tertinggi dari Japan Society of Information and Communication, IEICE, pada lomba perancangan chip: LSI-Design Contest 2009. Ganesha ANT, beranggotakan mahasiswa STEI ITB: Tyson, Aisar L. Romas, dan R. Siti Intan, berhasil menyisihkan finalis dari Universitas ternama di Jepang dan Korea. Pada lomba yang sama, satu tim lagi, yaitu Team Zoiros, mendapat penghargaan dari Multinational Company, Xilinx® Award. Team Ganesha ANT mengajukan rancangan prosesor baru yang dapat mengeksekusi proses secara paralel. Prosesor tersebut memiliki keunggulan dalam kecepatan proses dibanding prosesor yang umum dipakai sekarang. Para juri sangat terkesan dengan inovasi baru dalam prosesor tersebut. Hal tersebut dibuktikan dengan harapan yang disampaikan juri agar prosesor tersebut dapat diterapkan di Industri IT. Para juri pun berujar bahwa prosesor karya mahasiswa ITB ini dapat meningkatkan kinerja perangkat elektronika seperti Komputer, PDA, Smart Phone dan lain sebagainya. Teknologi prosesor sendiri saat ini biasanya dikuasai oleh industri-industri hi-tech, seperti Intel, Sun Microsystems, dan IBM.
PEMANFAATAN TIK
Dalam perkembangan terbentuknya jaringan (komunikasi) sosial, Internet berperan lebih dahulu membangun berbagai “komunitas maya” (virtual community), atau e-community, yang serba “on-line”. Infrastruktur telepon seluler yang berkembang belakangan kemudian memperkuat hubungan antar-simpul yang sudah terbangun sebelumnya, sehingga komunikasi antar simpul bisa menjadi lebih intens. Misalnya jika diperhatikan bagaimana orang sekarang menyusun e-mail (yang di-latar-belakang-i teknologi Internet) dibandingkan dengan bagaimana caranya orang menyusun SMS. E-mail disusun semakin mirip SMS, dan SMS pun disusun semakin mirip e-mail, bukan? Komunitas Facebook misalnya, atau Yahoo! Messenger, dibangun dengan basis komunkasi antar simpul dalam format gabungan e-mail dan SMS.
Menurut pemanfaatannya, TIK di dalam pendidikan dapat dikategorisasikan menjadi 4 (empat) kelompok manfaat.
1. Pertama, TIK sebagai Gudang Ilmu Pengetahuan, di kelompok ini TIK dimanfaatkan sebagai sebagai Referensi Ilmu Pengetahuan Terkini, Manajemen Pengetahuan, Jaringan Pakar Beragam Bidang Ilmu, Jaringan Antar Institusi Pendidikan, Pusat Pengembangan Materi Ajar, Wahana Pengembangan Kurikulum, dan Komunitas Perbandingan Standar Kompetensi.
2. Kedua, TIK sebagai Alat bantu Pembelajaran, di dalam kelompok ini sekurang-kurangnya ada 3 fungsi TIK yang dapat dimanfaatkan sehari-hari di dalam proses belajar-mengajar, yaitu (1) TIK sebagai alat bantu guru yang meliputi: Animasi Peristiwa, Alat Uji Siswa, Sumber Referensi Ajar, Evaluasi Kinerja Siswa, Simulasi Kasus, Alat Peraga Visual, dan Media Komunikasi Antar Guru. Kemudian (2) TIK sebagai Alat Bantu Interaksi Guru-Siswa yang meliputi: Komunikasi Guru-Siswa, Kolaborasi Kelompok Studi, dan Manajemen Kelas Terpadu. Sedangkan (3) TIK sebagai Alat Bantu Siswa meliputi: Buku Interaktif , Belajar Mandiri, Latihan Soal, Media Illustrasi, Simulasi Pelajaran, Alat Karya Siswa, dan media Komunikasi Antar Siswa.
3. Ketiga, TIK sebagai Fasilitas Pembelajaran, di dalam kelompok ini TIK dapat dimanfaatkan sebagai: Perpustakaan Elektronik, Kelas Virtual, Aplikasi Multimedia, Kelas Teater Multimedia, Kelas Jarak Jauh, Papan Elektronik Sekolah, Alat Ajar Multi-Intelejensia, Pojok Internet, dan Komunikasi Kolaborasi Kooperasi (Intranet Sekolah). dan
4. Keempat, TIK sebagai Infrastruktur Pembelajaran, di dalam kelompok ini TIK kita temukan dukungan teknis dan aplikatif untuk pembelajaran – baik dalam skala menengah maupun luas – yang meliputi: Ragam Teknologi Kanal Distribusi, Ragam Aplikasi dan Perangkat Lunak, Bahasa Pemrograman, Sistem Basis Data, Komputer Personal, Alat-Alat Digital, Sistem Operasi, Sistem Jaringan dan Komunikasi Data, dan Infrastruktur Teknologi Informasi (Media Transmisi).
Berangkat dari optimalisasi pemanfaatan TIK untuk pembelajaran tersebut kita berharap hal ini akan memberi sumbangsih besar dalam peningkatan kualitas SDM Indonesia yang cerdas dan kompetitif melalui pembangunan masyarakat berpengetahuan (knowledge-based society). Masyarakat yang tangguh karena memiliki kecakapan: (1) ICT and media literacy skills), (2) critical thinking skills, (3) problem-solving skills, (4) effective communication skills, dan (5) collaborative skills yang diperlukan untuk mengatasi setiap permasalahan dan tantangan hidupnya.
Pengaruh
Pengaruh ICT terhadap perubahan peradaban umat manusia belum diberi penekanan yang memadai dalam TOR ini.
• Bahwa akibat ICT telah melahirkan generasi baru yang cara berpikir, berperasaan dan bertindak yang sama sekali berbeda dengan generasi sebelumnya. Telah terjadi perubahan " basic behavior " pada generasi baru ini. Mereka disebut generasi Digital Native,sedangkan saya adalah generasi Digital Immigrant ( Marc Prensky 2003). Akibatnya terjadi " Gap Generation " yang lebih besar dan dalam dibanding periode sebelumnya, yaitu gap generation produk setelah Perang Dunia ke-2.
• Bahwa ICT selain bisa membawa manfaat positif luar biasa dalam meningkatkan kemajuan peradaban manusia, namun juga sekaligus membawa dampak negatif yang juga luar biasa yang menyertainya. Diperkirakan jauh lebih berbahaya dengan dampak negatif narkoba dan kebebasan sex. Dalam dunia akademis telah disepakati istilah penyakit sosial baru disebut "Internet Addictive Disorder ( IAD ) " dengan 6 tipe penyakit turunannya. Anda bisa search di Google mengenai masalah IAD ini .
Untuk di Indonesia, pakar yang memahami masalah point a dan b ini tampaknya belum ada atau belum muncul. Sementara itu diperkirakan dalam 5 tahun kedepan kedua masalah ini akan "booming" di Indonesia seiring dengan meningkatnya porsentase aksesbilitas masyarakat Indonesia menggunakan internet, akibat pembangunan infrastruktur dan biaya internet yang semakin murah.
ANALISIS SWOT TIK INDONESIA
• Kekuatan, untuk melaksanakan pengembangan dan pemanfaatan TIK secara legal, masyarakat Indonesia telah memiliki faktor-faktor kekuatan (strength) seperti, antara lain: tenaga kerja TIK yang cukup besar jurnlahnya, terampil dan berpengalaman; investasi industri besar dan terkemuka di bidang TIK seperti IBM, Oracle, Micrsosoft, SUN Microsystems, Intel, dan lain-lain; kluster-kluster industri TIK (yang terbentuk secara alamiah/ organik) seperti, antara lain: Bandung High Tech Valley (BHTV) di Priangan, Toba Group dan Batam Group di Sumatera; industri manufaktur IC (Integrated Circuit), CRT (Cathode Ray Tube), LCD (Liquid Computer Display), Hand Phone, Digital Camera, Digital Lens, PCB (Personal Computer Board), Komponen Plastik, Komponen Casting sudah diproduksi dalam negeri; infrastruktur dan back bone TIK yang menjangkau seluruh daerah di Nusantara, walaupun belum betul-betul merata.
• Kelemahan, selain taktor kekuatan di ataS, terdapat faktor lain yang membatasi atau menghambat (weakness) seperti, antara lain: iklim regulasi dan kepastian hukurn belum sepernihnya kondusif bagi persaingan usaha secara berkesetaraan; riset dan pengembangan penopang alih teknologi masih terbatas, karena faktor pembiayaan; belum tersedianya Standar Nasional Indonesia (SNI) bagi produk TIK; pasar ekspor yang masih terbatas; ketergantungan barang modal, komponen dan bahan baku impor masih tinggi. sehingga rentan terhadap perubahan global; terbatasnya SDM yang profesional sebagai wirausahawan di bidang pengembang industri TIK; potensi usaha berbasis TIK belum dikembangkan secara optimal misalnya industri animasi; dan tingginya tingkat pembajakan produk piranti lunak. Jadi faktor lemah ini mencakup aspek regulasi, hokum, dan metrologi; akses ke pasar internasional; ketergantungan teknologi impor ; perilaku konsumen lokal; dan kewirausahaan.
• Peluang, beberapa aspek penting yang dapat dijadikan peluang dalam penelitian, pengembangan, dan penguasaan TIK, antara lain: mulai membaiknya kondisi perekonomian nasional Indonesia; rneluasnya sikap yang pro-reformasi dan demokratisasi di berbagai aspek kehidupan; meluasnya sikap untuk rnembangun kemadirian dan kedaulatan bangsa Indonesia balk di kalangan periset, pelaku usaha maupun insan pemerintahan; makin luas kecenderungan global pada perekonomian herbasiskan pada pengetahuan (knowledge based economy) untuk menjamin keberlanjutan pembangunan dan lingkungan; rekomposisi kekuatan ekonomi dunia dengan tarnpilnya Cina dan Uni Eropa (ini membuka peluang untuk membangun aliansi perdagangan dan memperluas jaringan kerjasama regional maupun internasional).
• Ancaman, bersama dengan peluangpeluang ini juga muncul faktor ancaman. Misalnya, perbaikan perekonomian tanpa lumbuh kewirausahaan dan budaya informasi dapat mendorong perilaku konsumtif terhadap produk TIK, atau pemanfaatan TIK yang tidak sesuai dengan kebutuhan strategis industri nasional; demokratisasi berimplikasi negosiasi-negosiasi yang alot pada proses pembiiatan kebijakan atau produk hukurn; in; berimplikasi proses yang lidak tinier dan kompleks; sikap teknonasionalime dapat berimplikasi duplikasi terhadap apa-apa yang sudah dikembangkan di luar negeri; perluasan jejaring kerja sama rnembawa ketidakpastian yang baru.
KESIMPULAN
• TIK harus mampu meningkatkan harkat, martabat dan kepercayaan diri peserta didik. Bayangkan diri anda seorang eksekutif muda yang membawa notebook dan telepon seluler generasi terbaru, mengakses internet sambil menikmati kopi di sebuah kafe mahal. Anda akan merasa sangat percaya diri, orang-orang akan menganggap anda sebagai orang terpelajar, pintar, dan akrab dengan teknologi tinggi. Kurangnya kepercayaan diri merupakan salah satu faktor mental yang membuat bangsa kita selalu merasa terbelakang, minder, dan kalah dari bangsa-bangsa lain. Pendidikan harusnya dapat membangkitkan kepercayaan diri bahwa peserta didik adalah warga masyarakat yang bermartabat dan bukan justru membunuh kepercayaan diri. Materi-materi dasar dan sederhana yang tidak memerlukan sarana dan prasarana yang mahal, semacam Introduction to Computer (ITC) atau berlatih menerima dan mengirim pesan singkat, menggunakan kamera digital, membuka situs-situs internet adalah materi belajar yang dapat diterapkan untuk membuat peserta didik mengenal dan akrab dengan TIK.
• TIK harus sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Menjadi sebuah pertanyaan saat kita menghadapi kenyataan banyak dari sarana dan prasarana tersebut tidak termanfaatkan dengan optimal. Hal ini dapat terjadi lebih dikarenakan segala pengadaan sarana dan prasarana TIK tersebut tidaklah berangkat dari sebuah analisis kebutuhan (requirement analysis), sebuah tahapan penting yang harusnya selalu menjadi dasar bagi setiap perencanaan proses pengembangan TIK. Dengan menjadikan TIK sebagai kebutuhan maka keinginan mempelajari lebih lanjut dan mengembangkan skill dan knowledge mereka akan muncul dengan sendirinya. Peran satuan-satuan pendidikan nonformal sebagai pemicu dan memberikan wawasan inilah yang justru lebih penting daripada sekedar menyediakan sarana dan prasarana berharga mahal tetapi tidak sesuai dengan kebutuhan.
• Sarana dan prasarana TIK haruslah low-cost. Dari segi jumlah pengguna, kita patut berbangga karena Indonesia berada di urutan 15 untuk jumlah pengguna internet dengan jumlah 20 juta orang ( www.internetworldstats.com ), namun secara persentase jumlah kita masih kalah jauh dibandingkan negara-negara lain di Asia. Pada kenyataannya Indonesia tertinggal dibandingkan Thailand, Malaysia, Vietnam bahkan Filipina dalam persentase pengguna internet di masyarakat. Baru 8,5% penduduk Indonesia yang menggunakan internet. Berarti masih banyak lapisan masyarakat yang perlu untuk diberikan wawasan untuk diajak turut serta mempelajarai TIK. Pemerintah sebagai regulator dapat berperan dalam menekan harga sarana dan prasarana TIK pada berbagai aspek, misalnya menggunakan perangkat lunak open source, menjalin agreement dengan vendor perangkat lunak komersial untuk kepentingan pendidikan, menekan pajak dan bea masuk perangkat keras komputer untuk kepentingan pendidikan, membuat sebuah prosedur untuk mengatur hibah komputer-komputer bekas dari berbagai institusi kepada lembaga-lembaga pendidikan di pelosok nusantara, dan berbagai regulasi lain yang ditujukan tidak untuk kepentingan pihak-pihak tertentu saja tetapi untuk kepentingan pendidikan masyarakat luas.
Reference :
www.comlabs.itb.ac.id
www.inaicta.web.id




